10 Teknologi Menuju Manusia Bionik


Written on 10 April 2009 – 21:30 | by indra09

Di era lampau, manusia bionik memang hanya ada dalam film dan buku fiksi ilmiah. Tapi saat ini itu sudah menjadi kenyataan. Bahkan bukan tak mungkin kelak manusia menciptakan manusia bionik seutuhnya. Buktinya sudah ada 10 bukti ilmiah di bawah ini.

1. Mata bionik
Penyandang tuna netra kini sudah bisa melihat cahaya dasar, gerakan dan bentuk. Itulah yang dikembangkan Dr. John Pezaris dari Harvard Research dengan Argus II Retinal Prosthesis, yang kini tengah diujicoba FDA. Aplikasi ini merekam informasi visual melalui kamera dan memprosesnya ke dalam sinyal elektronik, lalu dikirim secara nirkabel ke elektroda implan. Argus II menggunakan implan elektroda di dalam maya yang menggantikan fungsi retina.

2. Tulang yang tumbuh kembali

Sejak tahun 1960-an, ilmuwan sudah tahun tentang protein yang mampu menambah jaringan tulang agar tumbuh kembali saat mengalami kerusakan. Sayangnya teknologi saat itu belum sempurna. Baru tahun 2006 ilmuwan UCLA mendapatkan solusi dengan mendesain protein sehingga layak menumbuhkan sel-sel jenis tertentu saja. Protein ini bermana UCB-1.

3. Pankreas portabel

Ini adalah oankreas buatan yang mampu memonitor level gula darah dalam insulin agar sesuai dengan yang dibutuhkan tubuh. Aaron Kowalski, direktur proyek Juvenile Diabetes Research Foundation mengatakan akan segera memasarkannya. Produk ini adalah kombinasi dari dua jenis teknologi, pompa insulin dan pemonitor glukosa.

4. Lidah elektronik

Dean Neikirk, profesor komputer dan rekayasa elektrik di University of Texas mengembangkan perasa alias lidah buatan. Perusahaan makanan bisa menggunakannya sebagai pemrogram standar tasa. Lidah elektronik ini terdiri atas sensor kecl yang bisa berganti warna sesuai dengan target rasa tertentu.

5. Anggota badan baru

Mereka yang diamputasi kini bisa menggunakan lengan buatan yang sama-sama kuat dengan yang asli. Dikembangkan oleh Dr. Todd Kuiken daro Rehabilitation Institute of Chicago,tangan bionik ini terhubung ke otak dengan saraf motorik. Saraf ini terkoneksi ke area lain dalam tubuh seperti dada, dimana impulsnya bisa diterima elektroda dalam lengan buatan. Jika pasien ingin menggerakkan tangannya, saraf mengirimkan sinyal ke tangan asli dan mengirimkannya ke lengan buatan. Kini teknologi masih dalam penyempurnaan.

6. Lutut pintar

Lutut memang bukan bagian tubuh yang bisa berpikir. Tapi lutut bernama RHEO yang dikembangkan ilmuwan bidang kecerdasan buatan MIT, Hugh Herr dan Ari Wilkenfeld, sungguh bisa berpikir. RHEO mampu memprogram diri sesuai keinginan pasien, mencipoakan gerakan nyaman saat berjalan. Penyandang cacat lutut kini tak perlu lagi menderita terlalu lama.

7. Ginjal yang bisa dikenakan

Pasien gagal ginjal membutuhkan proses penghilangan zat beracun dari darah dan menjaga keseimbangan cairan yang biasa dilakukan oleh ginjal yang sehat. Kini ginjal buatan hadir lebih kecil dan cukup ringan dibanding ginjal buatan era terdahulu. Ginjal ini juga memiliki sifat otomatis sehingga dinamakan automated, wearable artificial kidney (AWAK). Adalah Martin Roberts dan David B.N. Lee dari UCLA yang mengembangkannya. AWAK bekerja lebih baik daripada ginjal buatan tradisional sebab bisa bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu selayaknya ginjal asli.

8. Sel-sel buatan

Daniel Hammer, profesor University of Pennsylvania mengembangkan metode lebih baik, yakni sel-sel buatan yang terbuat dari bahan polimer. Dengan bahan ini maka bisa mengetahui sel darah putih mana yang akan mengelilingi tubuh. Sel buatan yang diberinama C ini mampu menghantarkan obat langsung ke tempat yang membutuhkan. Dengan cara ini maka obat bisa lebih cepat dan tepat serta aman memerangi penyakit seperti kanker.

9. Penis buatan

Kabar baik bagi penderita disfungsi ereksi, sebab Anthony Atala dan timnya di Wake Forest University telah mengambangkan corpora cavernosa baru, jaringan spon yang terisi darah selama terjadinya ereksi. Ujicobanya sudah dilakukan pada kelinci jantan yang jaringan aslinya sudah dihilangkan. Jaringan baru ini tumbuh di sel kelinci dan setelah satu bulan ia bisa kembali bereproduksi secara prima.

10. Otak bongkar pasang

Membongkar pasang otak tidak semudah bongkar padang tangan atau kaki, namun tetap bukan suatu hal yang mustahil. Theodore Berger, daru University of Southern California, menciptakan chip komputer yang mampu menggantikan fungsi hippocampus, bagian otak yang mengontrol memori jarak pendek dan pemahaman spasial. Implantasi hippocampus bisa membantu penderita Alzheimer dan stroke. Saat ini Berger masih mengujicoba chip-nya.

di kutip dari:

 http://netsains.com/2008/08/10_teknologi…

Kiat Menghindari Spam di Email


Written on 4 Desember 2008 – 10:54 | by indra09

Mendapatkan spam email memang sangat menjengkelkan bukan? Bukan hanya menuh-menuhin inbox anda, tapi sering juga bisa berupa email yang berbahaya dan bisa mencuri info-info penting seperti akun bank dan password anda. Spam bisa kita dapatkan dengan banyak cara, namun cara yang paling sering menyebabkan kita mendapat spam adalah dengan mengirim email itu sendiri. Hal yang paling tidak kita waspadai sehingga kita mendapatkan spam adalah dengan memasukkan atau mempublikasikan alamat email kita di beberapa situs yang tidak memberikan perlindungan spam pada pengunjungnya, bahkan malah kadang menjual alamat email anda kepada spammer (istilah untuk para pengirim spam atau program pengirim email otomatis). Namun jangan kawatir kawan, spam sebenarnya dapat dengan mudah anda hindari dengan mengikuti petunjuk-petujuk berikut:

*

Berhati-hati dalam memasukkan alamat email anda. Saat sebuah situs meminta anda memasukkan alamat email, anda harus yakin benar bahwa situs itu aman. Jika anda tidak yakin, tidak percaya atau menemukan sesuatu yang mencurigakan dalam situs itu, sebaiknya anda mencoba mencari info lebih lanjut mengenai situs tersebut di situs-situs pencari populer seperti google atau yahoo.
*

Menggunakan alamat email sekali pakai. Jika anda sudah kebelet untuk melakukan registrasi dan memasukkan alamat email anda di sebuah situs yang meragukan, gunakanlah layanan email sekali pakai seperti layanan email yang diberikan oleh Mailinator atau BugMeNot. Mereka menyediakan layanan alamat email temporer, yang bisa anda pakai untuk hanya menerima satu email saja, sehingga alamat email asli anda tidak perlu kena spam kan!
*

Jangan mengekspos alamat email anda. Dalam sebuah forum diskusi, mungkin anda diminta alamat email oleh seseorang agar dia bisa mengontak anda. Bagaimanapun, apa yang biasanya orang awam tidak sadari bahwa spammer akan dengan mudah mendapatkan alamat email anda jika anda mengetikkannya di lokasi-lokasi publik seperti forum, artikel atau web dengan tujuan orang lain bisa mengontak anda. Cara sederhana menghindari spam adalah dengan mengganti “@” dengan “AT” dan “.” (titik) dengan “DOT”, karena biasanya bots spammer (program/script kecil pencari alamat email otomatis) tidak akan mengenali alamat email anda atau bagaimana membacanya. Cara lainnya adalah dengan memberikan alamat email anda secara privat atau melalui pesan pribadi yang biasanya merupakan bagian terintegrasi dalam sebuah forum.
*

Gunakan email client atau web client yang bagus. Saat ini, biasanya sebuah filter anti-spam sudah diberikan pada sebagian besar email client secara gratis, namun kualitasnya tentu tidak sama. Jadi, untuk menghindari spam, memilih email client yang bagus adalah sebuah jawaban, karena sebuah email client yang bagus akan melakukan penyaringan (filter) pada email-email spam dan memisahkannya ke folder khusus, sehingga anda dapat dengan mudah menghapusnya sekaligus. Anda juga bisa menggunakan web mail client, yang bisa anda akses langsung melalui browser anda, seperti GMail (layanan email dari Google), karena mereka juga memiliki sistem anti-spam yang bagus.
*

Pakai perasaan. Cara ini mungkin sangat janggal secara teknis, namun saya sangat menyarankannya. Gunakan perasaan anda saat anda harus memasukkan alamat email anda pada sebuah formulir isian online!

Ok, semoga bermanfaat! Oya..

Terumbu Karang, Hewan atau Tumbuhan?


Written on 4 Desember 2008 – 10:51 | by indra09

Pertanyaan ini sangat sering saya lontarkan di setiap saya memulai menjalani tugas, baik sebagai dosen, mentor atau fasilitator/trainer diberbagai kesempatan. Sebagai contoh di kesempatan saya membawa siswa-siswi dari Sekolah Pelita Harapan ke Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta beberapa waktu yang lalu. Sebelum memulai kegiatan, saya memberikan kuis dan salah satu pertanyaannya apakah terumbu karang termasuk golongan hewan atau tumbuhan.

Seperti dugaan saya, lebih dari 90% peserta menjawab tergolong tumbuhan. Sangat miris memang dengan kenyataan ini, terlebih kita berada di pusat keanekaragaman terumbu karang tertinggi di dunia , Coral Triangle. Dengan lebih 17.000 pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke, dan diperkirakan luas terumbu karang lebih dari 60.000 km2.

Terumbu karang: Hewan

Terumbu karang terdiri dari dua kata, yaitu terumbu dan karang. Terumbu adalah endapan zat kapur hasil metabolisme dari ribuan hewan karang. Jadi dalam seonggok batuan terumbu itu, terdapat ribuan hewan karang yang hidup di dalam celah kecil yang disebut polip. Hewan karang ini bentuknya renik dan melakukan kegiatan pemangsaan terhadap berbagai mikro organisme lainnya yang melayang pada malam hari. Terumbu karang bertumbuh dan berkembang sangat lambat. Berdasarkan hasil transplantasi karang beberapa jenis memperlihatkan hanya sekitar 1 cm per bulan. Sebagian besar karang hanya hidup di iklim tropis.

Hewan-hewan yang karang ini bersimbiosis dengan alga Zooxanthellae. Alga inilah memberikan nuansa warna terhadap karang. Jika kita melihatnya pada saat snorkeling atau menyelam, atau bahkan hanya melihatnya di SeaWorld, terdapat banyak macam warna, hijau, pink, biru orange ungu dan masih banyak lagi lainnya. Hewan karang ini berkerabat dengan Ubur-ubur.

Nah kalau ubur-ubur tak berwarna karena tidak adanya simbiosis tersebut. Seperti halnya ubur-ubur, hewan karang juga memiliki zat penyengat. Bahkan beberapa diantaranya berbahaya. Namun perlu dipahami, terumbu karang sangat sensitif terhadap gangguan pencemaran dan aktivitas yang merusak. Diperlukan puluhan bahkan ratusan tahun untuk berkembang dan membentuk koloni yang kompak. Keberadaan terumbu karang ini dimanfaatkan oleh berbagai biota lainnya di laut, salah satunya ikan.